
Risnaldi Hamzak, S.Pd.I merupakan salah satu guru berprestasi yang berasal dari MI Sains Al Hidayah Kota Sorong, menerima penghargaan TERBAIK 1 untuk kategori Guru Inovatif jenjang MI. Penghargaan tersebut di berikan pada hari Jumat, 29 November 2024 bertepatan dengan Peringatan Hari Korpri ke-53 dan Hari Guru Nasional ke 79 di MTs Negeri Manokwari, Papua Barat. https://papuabarat.kemenag.go.id/kanwil/apresiasi-dedikasi-guru-dan-asn-berprestasi-terima-penghargaan-di-peringatan-hari-korpri-dan-hari-guru-yJcWu
Pada kesempatan ini Risnaldi akan membagikan praktik baik kepada kita semua, selaras dengan pesan dari Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua Barat, Abdul Rumkel, menyampaikan bahwa: pentingnya penghargaan ini sebagai motivasi bagi guru dan ASN untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan. Semoga menjadi inspirasi bagi yang lain,” ujarnya.
Di era digital saat ini, banyak orang tua yang terjebak dalam kesibukan pekerjaan dan urusan pribadi, sehingga waktu bersama keluarga menjadi semakin terbatas. Hal ini memengaruhi kedekatan mereka dengan anak-anak, khususnya dalam proses belajar dan pengenalan nilai-nilai budaya serta pendidikan karakter. Orang tua cenderung menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan pada guru di sekolah, yang berisiko menciptakan jarak emosional antara sekolah dan keluarga. Ketika anak-anak melakukan kesalahan di sekolah, tak jarang pihak orang tua memperkarakan tindakan disiplin guru tanpa memahami konteks pembelajaran yang diberikan.
Berangkat dari kondisi ini, diperlukan sebuah inovasi pembelajaran yang melibatkan peran aktif orang tua dalam proses belajar anak, guna mempererat hubungan keluarga dan sekolah. Inovasi ini diwujudkan dalam bentuk proyek pembuatan Mahkota Papua, yang dikerjakan di rumah bersama keluarga. Proyek ini berbeda dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) jenjang Madrasah Ibtidaiyah, yang menghasilkan dua karya dalam setahun namun dikerjakan di sekolah. Pada proyek ini, siswa akan menghasilkan sebuah karya yang dikerjakan bersama orang tua di rumah. Dengan demikian, diharapkan keluarga terlibat aktif dalam pembelajaran budaya dan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, guru, siswa, dan orang tua dapat berkolaborasi dalam pembelajaran yang lebih bermakna. Selain itu, orang tua akan lebih memahami proses dan tujuan pendidikan yang dijalani anak-anak mereka, serta diharapkan dapat memahami kebijakan sekolah, termasuk dalam hal disiplin. Proyek ini diharapkan menciptakan suasana saling menghargai antara keluarga dan sekolah, serta membangun rasa saling pengertian antara guru dan orang tua.
Tujuan utama dari proyek ini adalah mempererat hubungan antara keluarga dan guru melalui keterlibatan langsung orang tua dalam proses belajar anak di rumah. Tujuan lainnya meliputi:
- Menciptakan Sinergi dan Pemahaman yang Lebih Baik antara Orang Tua dan Guru
Dengan keterlibatan dalam proyek ini, orang tua diharapkan memahami peran penting guru dalam mendidik anak. Orang tua juga lebih memahami kebijakan dan tindakan guru, sehingga tidak memperkarakan tindakan disiplin yang bertujuan mendidik. Melalui komunikasi dan keterlibatan ini, tercipta suasana saling pengertian antara keluarga dan sekolah.
- Mengembangkan Kreativitas Siswa Melalui Pemanfaatan Barang Bekas
Proyek pembuatan mahkota Papua dari bahan kardus bekas ini juga bertujuan melatih siswa dalam berkreasi dengan memanfaatkan barang yang ada di lingkungan sekitar, sekaligus mendukung konsep peduli lingkungan.
- Memperkenalkan dan Menghargai Budaya Lokal
Mahkota Papua yang dibuat dalam proyek ini merupakan simbol budaya Papua yang kaya akan nilai-nilai tradisi. Orang tua dapat mengajarkan tentang adat, tradisi, atau ciri khas Papua kepada anak-anak mereka, memperluas wawasan budaya dan mencintai keragaman budaya Indonesia.
- Mempererat Hubungan Keluarga Melalui Kegiatan Kreatif Bersama
Kegiatan proyek ini dilakukan di rumah dengan melibatkan ayah atau ibu, sehingga mempererat hubungan keluarga dan menciptakan waktu berkualitas antara orang tua dan anak dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Proyek inovasi ini dilaksanakan dengan melibatkan siswa dan keluarga dalam pembuatan karya dari barang bekas di rumah, yakni Mahkota Papua. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaan proyek:
- Pemberian Tugas dan Petunjuk Proyek
Guru memberikan penjelasan mengenai tujuan dan cara pembuatan Mahkota Papua, serta makna budaya yang terkait dengan mahkota tersebut. Guru juga memberikan instruksi tentang pemanfaatan bahan bekas agar siswa belajar menghargai lingkungan.
- Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
- Kardus bekas (sebagai dasar mahkota)
- Bulu ayam dan kulit kerang (untuk menghias mahkota)
- Gunting dan lem tembak/kertas
- Cat atau spidol untuk pewarnaan/kain warna
- Peralatan pendukung lainnya seperti kuas atau kertas hias
- Pengerjaan di Rumah Bersama Keluarga
Siswa mengerjakan proyek ini di rumah dengan bantuan ayah atau ibu selama satu semester. Orang tua diharapkan melibatkan diri dalam berbagai tahap, seperti memotong kardus, merakit, menghias, dan menjelaskan simbol atau nilai budaya yang terkandung dalam mahkota tersebut.
- Dokumentasi
Setiap siswa diminta mendokumentasikan proses pembuatan dalam bentuk foto atau video, yang akan disampaikan ke sekolah. Melalui dokumentasi, siswa dapat berbagi cerita tentang pengalaman mereka bersama keluarga dalam mengerjakan proyek ini.
- Apresiasi dari Guru
Guru memberikan apresiasi kepada siswa dan orang tua atas partisipasi mereka dalam proyek ini. Dengan apresiasi tersebut, siswa akan merasa bangga, dan orang tua pun merasa dihargai atas keterlibatan mereka.
Hasil dari kegiatan ini meliputi karya Mahkota Papua yang dibuat dari barang bekas sebagai simbol budaya Papua. Namun, dampak yang lebih signifikan dari kegiatan ini adalah terbangunnya hubungan yang lebih erat antara keluarga dan guru.
- Hubungan yang Lebih Erat Antara Keluarga dan Sekolah
Dengan keterlibatan langsung dalam proses belajar anak, orang tua dapat merasakan bagaimana sekolah mendidik anak-anak mereka. Guru dan orang tua juga lebih memahami peran masing-masing, sehingga terbentuk rasa saling menghargai dan pengertian. Ini membantu orang tua memahami kebijakan sekolah, termasuk dalam hal disiplin, dan mengurangi potensi konflik.
- Peningkatan Pemahaman terhadap Budaya dan Lingkungan
Melalui proyek ini, siswa dan keluarga dapat lebih menghargai budaya Papua, sekaligus menerapkan konsep peduli lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas. Anak-anak dapat belajar nilai budaya secara langsung, yang membantu membangun kecintaan terhadap keragaman budaya Indonesia.
- Meningkatkan Kreativitas dan Kebersamaan Keluarga
Pengerjaan proyek bersama keluarga di rumah memperkuat hubungan antara orang tua dan anak. Kegiatan ini memberikan waktu berkualitas bagi keluarga dan memupuk kreativitas anak melalui eksplorasi bahan-bahan sederhana di sekitar mereka.
- Keterlibatan Keluarga dalam Pendidikan
Orang tua yang terlibat dalam proyek ini mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya peran mereka dalam pendidikan anak. Dengan kegiatan ini, orang tua tidak hanya mendampingi anak dalam belajar, tetapi juga ikut belajar dan memahami arah serta tujuan pembelajaran yang diterapkan oleh sekolah.
Dengan adanya inovasi pembelajaran ini, diharapkan terjalin hubungan silaturahmi yang lebih harmonis dan berkesinambungan antara pihak sekolah dan keluarga dalam mendidik anak-anak Indonesia yang berkarakter, cinta budaya, dan peduli lingkungan.
