
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Dr. Fesal Musaad, M.Pd, menegaskan bahwa guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan di madrasah. Dalam arahannya, beliau menyoroti sejumlah permasalahan yang masih dihadapi guru, serta memberikan catatan penting bagi arah kebijakan pendidikan madrasah ke depan. Dalam acara Webinar Nasional Berbagi Untuk Negeri yang diselenggarakan olah GTK MB pada tanggal 31 Agustus s.d 4 September 2025, Musaad menyampaikan beberapa hal yaitu:
Permasalahan yang Perlu Di benahi
Musaad menilai, ada beberapa persoalan mendasar yang perlu segera diperhatikan dalam meningkatkan mutu guru madrasah, antara lain:
- Keterbatasan pelatihan yang berkesinambungan.
- Beban ganda yang masih dialami guru, seperti mengajar lintas bidang (misalnya guru Matematika yang harus mengajar mata pelajaran lain).
- Kurangnya akses dan fasilitas yang menunjang pembelajaran.
- Kesejahteraan guru yang masih menjadi tantangan.
- Fenomena jabatan kepala madrasah seumur hidup yang perlu ditinjau kembali.
Perlu Pokja dan Regulasi Baru
Direktur GTK Madrasah menekankan perlunya kelompok kerja (Pokja) untuk memetakan kesalahan kebijakan yang ada, agar solusi dapat dirumuskan secara tepat. Selain itu, pihaknya mendorong adanya juknis kemandirian KKG dan MGMP yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga inovasi dan kewirausahaan guru.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung perlunya juknis Kurikulum Berbasis Capaian (KBC) agar implementasi kurikulum berjalan lebih optimal.
Literasi Internasional: Guru Penentu Kualitas
Mengutip hasil riset literasi internasional, Musaad menegaskan bahwa guru berkualitas memiliki pengaruh paling besar terhadap kualitas belajar siswa. Oleh karena itu, ia menegaskan, “Jika madrasah ingin maju, maka kebijakan harus berpihak pada guru.”
Lima Catatan untuk Masa Depan
Sebagai penutup, Musaad menyampaikan lima catatan penting untuk arah pendidikan madrasah ke depan:
- Digitalisasi pendidikan hanyalah alat, sehingga harus diarahkan untuk membentuk karakter siswa, memperluas pengetahuan, dan menumbuhkan panca cinta.
- Guru sebagai agen transformasi perubahan perlu memiliki tiga kompetensi utama: digital, pedagogik, dan sosial.
- Kolaborasi lintas komunitas guru sangat diperlukan, membangun modal sosial kapital. Akan ada wadah di mana guru bertanya, dan Kemenag menjawab.
- Digitalisasi harus dibingkai dengan nilai kebangsaan, agar tidak tercerabut dari jati diri bangsa.
- Optimalisasi KBC menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran madrasah.
